Jakarta, CNN Indonesia

Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) resmi menjalin kerja sama untuk mempermudah transaksi bursa berjangka. Kerja sama itu diwujudkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka memperkenalkan sistem transaksi bursa berjangka melalui BRI.

“Kerja sama ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi BRI dan PT KBI, tetapi juga memperlihatkan dedikasi BRI untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabahnya,” ujar Direktur Retail Funding dan Distribusi BRI, Andrijanto.

Dalam kerja sama ini BRI berperan sebagai Bank Penyimpan Dana Margin (BPDM), sementara PT KBI berperan dalam menyediakan layanan terbaik atas penjaminan penyelesaian transaksi kontrak berjangka, resi gudang, pasar fisik komoditas, serta layanan informasi komoditas secara terintegrasi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andrijanto mengatakan, kerja sama ini merupakan sebuah terobosan yang menandai langkah BRI menuju inovasi dalam melakukan transaksi bursa berjangka yang mudah, nyaman, dan inovatif kepada nasabahnya.

Keberadaan BRI sebagai BPDM memiliki fungsi antara lain sebagai tempat penyimpanan dana margin, dimana dana tersebut digunakan sebagai jaminan atau margin untuk melakukan transaksi.

Sebagai BPDM, BRI juga mematuhi peraturan dan regulasi yang berlaku terkait dengan pengelolaan dana margin, termasuk persyaratan modal minimum dan perlindungan investor.

“Dengan menjadi Bank Penyimpan Dana Margin, kerja sama BRI dan PT KBI ini merupakan perwujudan kehadiran BRI untuk mempermudah segala transaksi khususnya transaksi bursa berjangka,” ungkapnya.

Dia menambahkan BRI juga menjadi pilar penting dalam sektor perbankan di Indonesia, berdedikasi untuk meningkatkan inklusi keuangan dan menyediakan solusi perbankan inovatif kepada beragam nasabahnya.

Andrijanto menyebut, dengan kehadiran BRI sebagai BPDM, diharapkan dapat membuka peluang alternatif dana pihak ketiga bagi BRI serta memperkuat industri perdagangan komoditi berjangka di Indonesia. Apalagi BRI dan KBI memiliki komitmen untuk senantiasa menghadirkan produk terkini yang aman, nyaman, dan inovatif.

“Dengan kerja sama yang akan berlangsung, perseroan berharap dapat menjawab tantangan dengan lebih baik, memberikan solusi yang tepatuntuk nasabah, memberikan inpirasi yang positif bagi pihak-pihak lainnya serta senantiasa dapat memberi makna untuk Indonesia,” tegasnya.

Adapun Direktur Utama PT KBI, Budi Susanto mengungkapkan, melalui kerja sama ini, ekosistem perdagangan komoditi berjangka menjadi lengkap dan dapat memberikan lebih banyak opsi layanan transaksi bagi masyarakat.

“Kerja sama ini merupakan bukti nyata komitmen kami dalam memperkuat ekosistem perdagangan komoditi berjangka di Indonesia,” ucapnya.

Menurutnya, sebagai lembaga kliring, KBI bertanggung jawab memastikan bahwa setiap transaksi berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kami yakin dengan dukungan BRI sebagai Bank Penyimpan Dana Margin, akan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi,” ujar Budi.

“Kerja sama ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa industri perdagangan komoditi berjangka di Indonesia semakin terpercaya dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global,” pungkas Budi.

Selama 2023, PT KBI telah melakukan kontrak berjangka danderivatif lainnya sebanyak 7.830.098 lot di luar transaksi kontrak single stock yang sebesar 218.853 lot. Sementara, volume Transaksi harian termasuk di dalamnya CFD atau tercatat sebesar 30.115,8 lot. Sementara, untuk volume rata-rata harian di luar CFD atau Single Stock adalah sebesar 29.293,2 lot.

(ory/ory)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *