Jakarta, CNN Indonesia

Harga minyak dunia naik tipis pada awal perdagangan Asia, Jumat (3/5) pagi. Penguatan terjadi di tengah prospek pengurangan produksi Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) yang berkelanjutan.

Dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent untuk Juli naik 16 sen menjadi US$83,83 per barel pada pukul 00.08 GMT. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk Juni juga naik 19 sen menjadi US$79,14 per barel.

Kedua harga acuan mengarah pada kerugian mingguan lantaran ketidakpastian ekonomi AS dan terbatasnya gangguan pasokan minyak mentah yang disebabkan oleh perang Israel-Hamas.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor juga khawatir terhadap prospek kenaikan suku bunga jangka panjang yang akan membatasi pertumbuhan di AS, konsumen minyak terbesar dunia, sementara perang di Timur Tengah tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengganggu persediaan minyak global.

Brent menuju penurunan mingguan sebesar 6,3 persen, sementara WTI bergerak merosok 5,6 persen dalam minggu ini.

Penurunan ini terjadi hanya beberapa minggu menjelang pertemuan OPEC+.

Tiga sumber dari produsen OPEC+ mengatakan kelompok tersebut dapat memperpanjang pengurangan produksi minyak secara sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari setelah Juni jika permintaan minyak gagal meningkat. Kendati demikian, kelompok tersebut belum memulai pembicaraan formal menjelang pertemuan tanggal 1 Juni.

Pasar kini menantikan data ekonomi AS dan indikator pasokan minyak mentah masa depan dari produsen utama dunia tersebut.

Hari ini, Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis laporan upah non pertanian bulanan, yang merupakan ukuran kekuatan pasar kerja dan dipertimbangkan oleh bank sentral AS The Federal Reserve ketika menetapkan suku bunga.

Suku bunga yang lebih tinggi biasanya membebani perekonomian dan bisa mengurangi permintaan minyak global.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *